Langsung ke konten utama

FPI Aceh Siap Perang Bela Habib Rizieq






Opini Bangsa - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tengku Muslim At Thahiri menyesali sikap pemerintah yang telah menetapkan Imam Besar FPI, Muhammad Rizieq sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi "baladacintarizieq".

Dirinya juga menyebut pemerinta Indonesia sangat keterlaluan, hingga tega mengkriminalisasi ulama dan zalim terhadap agama Islam.

"Kami mewakili ulama Aceh, dan masyarakat Aceh yang cinta Allah dan Rasul menyatakan sangat kecewa kepada pemerintah Indonesia," kata At Thahiri dalam keterangan tertulis, Jumat pagi (2/6).

Menurutnya, dengan menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka, sama dengan pemerintah Indonesia telah menabuh genderang perang dan telah mengajak perang umat Islam. Sebab, lanjutnya, penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka tanpa bukti yang akurat dan sangat dipaksakan.

"Pemerintah jangan menganggap rakyat ini bodoh," tegasnya.

Aceh pun terbuka untuk menerima kedatangan Habib Rizieq. Dirinya merasa sudah saatnya Habib Rizieq hijrah sementara ke Aceh untuk menyelamatkan Indonesia dari jajahan keturunan para penjajah. Hal tersebut, lanjutnya, sebagaimana Presiden Soekarno pernah ke Aceh saat agresi Belanda kedua, dan meminta bantuan para mujahid Aceh.

"Alhamdulillah dengan semangat jihad para pejuang Aceh yang membara, kemerdekaan Indonesia berhasil dipertahankan, dan juga sejarah mencatat Aceh telah menyumbang pesawat terbang kepada Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan," kata At Thahiri.

"Dalam jiwa kami masih mengalir darah pahlawan yang siap berbaiat kepada Al Habib Rizieq untuk siap menjadi para anshar membela beliau sampai tetesan darah terakhir. Dan kepada semua para cucu pejuang yang ada di Aceh untuk segera merapatkan barisan, merebut kembali kemerdekaan dari tangan penjajah, antek-antek asing dan aseng," tukasnya. [opinibangsa.id / rmol]
 
http://apik.apikepol.com/2017/06/fpi-aceh-siap-perang-bela-habib-rizieq.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Akhir Zaman, Ketiga Hal Ini Semakin Langka

Zaman semakin maju bila ditinjau dari perkembangan teknologi, namun terjadi degradasi moral yang luar biasa dimasyarakat kita. Setiap hari kita disuguhi banyak kejadian yang kurang terpuji di masyarakat kita, mulai anak berani membunuh orang tuanya, atau perzinaan yang merajalela yang sengaja direkam oleh pelakunya sendiri kemudian menyebar ke media. Kejadian diatas merupakan gambaran realita saat ini yang perlu penanganan sejak dini. Menyikapi kejadian-kejadian ini, Ibnu Al-Mulaqqin dalam  Tabaqat al-Aulia  mengutip perkataan Dzunnun al-Misri (wafat pada tahun 246 H): ثلاثة ﻣﻮﺟﻮﺩﺓ، ﻭﺛﻼثة ﻣﻔﻘﻮﺩﺓ: اﻟﻌﻠﻢ ﻣﻮﺟﻮﺩ، ﻭاﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻣﻔﻘﻮﺩ؛ ﻭاﻟﻌﻤﻞ ﻣﻮﺟﻮﺩ، ﻭاﻻﺧﻼﺹ ﻓﻴﻪ ﻣﻔﻘﻮﺩ؛ ﻭاﻟﺤﺐ ﻣﻮﺟﻮﺩ، ﻭاﻟﺼﺪﻕ ﻓﻴﻪ ﻣﻔﻘﻮﺩ Artinya: “Tiga hal ini ada wujudnya, namun ada tiga hal lain yang tak ada: ilmu sudah ada, namun sedikit yang mengamalkannya. Bila ada yang mengamalkan ilmunya namun sedikit keikhlasannya. Banyak orang yang mengaku cinta, tapi tak sesuai kenyataannya.” Dari penjelasan diatas dapat...